Selasa, 03 Juni 2014

Pentingnya Pendidikan



Seorang guru di sekolah mengatakan bahwa berfikir adalah pendidikan. Berfikir, membuka pintu fikiran kita dan membuat kita menerima gagasan dalam memperluas cakrawala kita dan belajar hal-hal baru. Tapi mengapa penting untuk belajar hal-hal baru? Mengapa penting untuk membuka cakrawala kita? Apa pentingnya pendidikan sebenarnya?

                Jawaban atas pertanyaan diatas terletak dalam diri kita semua. Kita menganggap pendidikan sebagai komoditas yang didambakan. Jika kita melihat orang besar berbicara, akan terasa dalam cara mereka berbicara dan pendapat yang mereka kemukakan. Ini adalah reaksi alami untuk mereka. oleh karena itu sangat mudah untuk menyimpulkan bahwa pendidikan mengarah kek keberhasilan. Tapi itu tidak semua. Pentingnya pendidikan di masyarakat saat ini berjalan lebih dalam dari sekedar keberhasilan dalam hal duniawi.

                Pendidikan melepaskan kita dari kungkungan pikiran kita dan memaksa kita untuk berfikir dan mempertanyakan suatu hal. Hal ini membuat kita sadar akan hak-hak di masyarakat. Dengan demikian memberi kita kekuatan untuk tidak diperbudak, baik pikiran atau tindakan.

Membuka Pikiran

                Pendidikan membuat kita membuka wawasan luas. Bahkan, tidak ada waktu yang lebih baik selain untuk memahami konsep ini. Hal ini memungkinkan kita untuk mengetahui tentang budaya yang berbeda atau peristiwa yang terjadi di ujung dunia sekalipun.

                Sebagi contoh jika kita melihat bahwa masyarakat di beberapa bagian lain di dunia telah mencoba sesuatu yang baru. Maka kita mungkin juga mulai melakukan hal yang sama. 

                Pendidikan dapat mengubah proses berfikir kita menjadi lebih baik, karena itu membantu dalam membuat kita lebih terarah dan menerima.

Membentuk Dasar Masyarakat

                Pendidikan menambah pengetahuan dimana membuat penemuan dan menerapkannya untuk kemajuan masyarakat. Mungkin pertumbuhan masyarakat tergantung pada kualitas pendidikan yang disampaikan dengan baik kualitasnya. Orang-orang yang lebih baik dapat belajar dan memanfaatkan bahwa pendidikan untuk membentuk reformasi yang mengarah pada penelitian dan pengembangan.
“Pendidikan tidak menjamin nasib seseorang. Pendidikan menjamin cara berfikir otak”.

Dasar Untuk Anak

                Pendidikan yang tinggi menyediakan visi yang jelas lebih dari segala hal, membuat tujuan seseorang lebih jelas dan membuat orang lebih mudah menerima perubahan. Itu yang membuat orang berfikir rasional, menemukan dalam iringan kemampuan untuk berfikir dan bertanya. Pentingnya pendidikan melampaui program pemberantasan buta huruf. Hal ini jauh lebih dalam karena menandakan suatu cara bagaimana orang itu hidup dan berfikir.

Written by : Selvi Y S (VIII A)

Minggu, 01 Juni 2014

Pawai Ta’aruf Dalam Rangka MTQ Tingkat Propinsi di Kabupaten Bangka Barat



Pelaksanaan MTQ tingkat Propinsi Kepulauan Bangka Belitung yang diadakan di kota Muntok Kabupaten Bangka Barat dilaksanakan pada 13 s.d 19 mei 2014. Panitia besar MTQ kabupaten Bangka Barat sebelumnya mengadakan Pawai Ta’aruf guna menyemarakkan kegiatan ini. Pawai ta’aruf yang dilaksanakan pada tanggal 13 Juni 2014 diikuti oleh seluruh sekolah mulai dari TPA/TK/PAUD, SD, SMP/MTS dan SMA/MA/SMK di Kabupaten Bangka barat juga kontingen dari setiap kabupaten di Propinsi Kepulauan Bangka Belitung. 

 
Proses pengerjaan diawasi oleh Pembina Kesiswaan

Proses finishing

Proses finishing

Tugas selesai

Pak Sudiyono (topi putih) bersama tim

Siap untuk ikut Pawai Ta'aruf
SMP Negeri 3 Muntok sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Melalui Pembina Rohis Bapak Wardani, S.Ag sudah merencanakan dari seminggu sebelumnya. Pak Sudiyono Rasidy bertugas sebagai security sekolah tapi dalam hal seni beliau memang jagonya. Pak Sudiyono membuat maket Pawai berupa Masjid Agung Baitul Ridha yang merupakan masjid kebanggaan masyarakat Bangka Barat yang beru saja diresmikan oleh Bupati Bangka Barat. Pembuatan maket Masjid Agung Baitul Ridha ini bukanlah suatu pekerjaan mudah. Dengan bahan trip[lek, foam, paku dan cat Pak Sudiyono dibantu oleh para siswa yang tergabung dalam OSIS mengerjakan pembuatan maket Masjid ini dalam waktu satu minggu. Selain itu juga para siswa/I membuat huruf hijaiyah yang nantinya digunakan dalam kegiatan Pawai Ta’aruf.

Tim bendera drumband Gita Smeltaria SMP N 3 Muntok

Antusias siswa/i dan guru dalam Pawai Ta'aruf

Mantap

Rapikan Barisan...!!!!

Istirahat sambil minum air mineral

Drumband Gita Smeltaria SMP N 3 Muntok


Setelah semua pengerjaan selesai Pak wardani selaku Pembina rohis melatih siswa/i yang ikut dalam Pawai untuk melatih yel-yel dan lagu bernafaskan Islam. Acara Pawai yang dilaksanakan pada hari selasa 13 mei 2014 pukul 13.00 WIB s.d selesai. Tapi sayangnya, SMP Negeri 3 Muntok dengan Maket Masjid Agung Baitul Ridha hanya mendapat juara ketiga. Mungkin ada beberapa hal yang menjadi kendala untuk mendapatkan juari pertama. Karena yang terpenting adalah proses pembuatan yang mempunyai nilai seni tersendiri bagi para siswa untuk mendapatkan pengetahuan dibidang seni rupa di bangku sekolah.

Jumat, 23 Mei 2014

Tidak Tergiur Dengan Hal-hal Yang Menyita Jam Sekolah



Akhir-akhir ini saya sering memperhatikan kebiasaan siswa/I SMP nongkrong/duduk di pantai selepas pulang sekolah dan masih berseragam sekolah. Saya berfikir apakah mereka tidak merasakan kegelisahan orang tuanya menunggu dirumah karena menanti anaknya pulang sekolah.

Hanya untuk mencari kesenangan sesaat, mereka tega membohongi orang tuanya dengan mengatakan adanya pelajaran tambahan sampai sore. Saya bisa katakan ini karena saya berteman dengan salah satu dari mereka yang melakukan kebiasaan tersebut dan curhat pada saya. Saya ketakan karena itu dilakukan hampir setiap hari.

Memang berawal dari saling ajak antar teman untuk iseng katanya. Tetapi tidak tahu kenapa menjadi keterusan ataupun kebiasaan dan semakin banyak yang berminat. Pasalnya hal itu mereka lakukan hanya untuk membicarakan hal-hal yang saya anggap kurang penting. Paling tidak bersenda gurau, foto selfie yang kemudian diupload di media sosial. 

Sungguh sangat disayangkan atas apa yang mereka lakukan dengan bertindak semaunya sendiri tanpa restu orang tua. Bahkan sering membolos sekolah. Pada akhirnya mereka mengorbankan sekolah hanya untuk hanya untuk jadi artis. Aku memang sempat menasehati mereka untuk tidak lagi melakukan hal-hal yang menyita waktu sekolah. Untung saja saya tidak tergiur dengan cara hidup mereka. karena saya lebih mementingkan sekolah dari pada ikutan hal yang tidak jelas seperti itu.Semoga bagi yang membaca opini ini bsa mengambil hikmah dari apa yang saya paparkan diatas. Karena bagi saya pendidikan adalah nomor satu.

Written by : Ananda (VIII D)

Senin, 19 Mei 2014

Hardiknas 2014


Dalam rangka peringatan Hari Pendidikan Nasional yang jatuh pada tanggal 2 mei 2014. SMP Negeri 3 Muntok melalui OSIS SMP Negeri 3 Muntok mengadakan berbagai macam perlombaan yang sifatnya mengarah pada makna pendidikan itu sendiri. Perlombaan yang diadakan berupa lomba pidato, microteaching, menulis artikel/opini, cerdas cermat dan lomba cipta puisi. 


Lomba Cipta Puisi

Pak Batubara sedang serius Mendengarkan Pidato salah satu siswa

Lomba Cerdas Cermat

Lomba Micro Teaching

Lomba Pidato

Pak Adito selaku juri lomba pidato

Final lomba cerdas cermat

Tim Juri Lomba cerdas cermat

Kegiatan yang dilaksanakan pada hari sabtu tanggal 17 mei 2014 pukul 07.00 WIB diikuti oleh seluruh siswa/I kelas VII dan VIII.seluruh siswa/I yang mengikuti maupun yang tidak mengikuti perlombaan memakai pakaian batik sebagai symbol pakaian nasional Bangsa Indonesia. Sayangnya untuk kelas IX kurang antusias dalam kegiatan ini dikarenakan lebih fokus mengurus administrasi untuk mendaftarkan diri ke sekolah setingkat SMA/MA/SMK karena sudah melaksanakan Ujian Nasional. Dalam kegiatan hardiknas ini bertindak selaku dewan juri yaitu para guru SMP Negeri 3 Muntok itu sendiri. Pemenang setiap cabang perlombaan mendapatkan uang pembinaan yang bersumber dari dana BOS. Semoga kegiatan tahun depan lebih sukses dan berjalan lancar seperti tahun ini.